left: 2px;style="position: fixed; bo">

Kamis, 19 Januari 2012

Iman Kepada qadha dan qadhar

Qadha' adalah keputusan Allah Ta'ala sejak zaman azali tentang ada dan tidaknya sesuatu. Sedang, takdir adalah penciptaan Allah Ta'ala terhadap sesuatu dengan cara tertentu dan di waktu tertentu.
Orang Muslim beriman kepada qadha' dan takdir Allah Ta'ala, hikmah-Nya, dan kehendak-Nya. Dia yakin bahwa tidak ada satu pun perbuatan sukarela manusia tanpa pengetahuan Allah Ta'ala dan takdir-Nya, Mahabijaksana dalam semua pengaturan-Nya dan tindakan-Nya, bahwa hikmah-Nya itu mengikuti kehendak-Nya. Apa yang Dia kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki mustahil terjadi dan bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Ta'ala. Orang Muslim meyakini itu semua karena dalil-dalil wahyu, dan dalil-dalil akal.Dalil-Dalil Wahyu
  1. Penjelasan Allah Ta'ala tentang qadha' dan takdir-Nya dalam fiman-firman-Nya, seperti dalam firman-firman-Nya berikut ini.
    • "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir)." (Al-Qamar: 49).
    • "Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya dan Kami tidak menurunkannya melaikan dengan ukuran (takdir) yang tertentu." (Al-Hijr: 21).
    • "Tidak ada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian melaikan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah." (Al-Hadid: 22).
    • "Tidak ada sesutu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah." (At-Taghabun: 11).
    • "Dan tiap-tiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya." (Al-Isra': 13).
    • "Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal." (At-Taubah: 51).
    • "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melaikan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Al-An'am: 59).
    • "Dan kalian tidak akan dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam." (At-Takwir: 29).
    • "Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka." (Al-Anbiya': 101).
    • "Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkata kamu memasuki kebunmu, 'Sungguh, atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah'." (Al-Kahfi: 39).
    • "Dan kami sekali-kali tidak akan mendapatkan petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk." (Al-A'raaf: 43).
  2. Penjelasan Rasulullah saw.tentang hal tersebut dalam sabda-sabdanya, seperti sabda-sabdanya berikut ini.
    • "Sesungguhnya penciptaan salah seorang dari kalian dikumpulkan dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nuthfah (sperma), kemudian berubah menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi mudghah (sepotong daging) selama empat puluh hari, kemudian malaikat dikirim kepadanya kemudian malaikat meniupkan ruh padanya, dan malaikat tersebut diperintahkan empat hal: menuliskan rizkinya, menuliskan ajalnya, menuliskan amal perbuatannya, dan menuliskan apakah ia celaka, atau bahagia. Demi Dzat yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian pasti mengerjakan amal perbuatan penghuni surga, hingga ketika jaraknya dengan surga cuma satu lengan, tiba-tiba ketetapan berlaku padanya kemudian ia mengerjakan amal perbuatan penghuni neraka, dan ia pun masuk neraka. Sesungguhnya salah seorang dari kalian pasti mengerjakan amal perbuatan penghuni neraka, hingga ketika jaraknya dengan neraka cuma satu lengan, tiba-tiba ketetapan berlaku padanya kemudian ia mengerjakan amal perbuatan penghuni surga, dan ia masuk surga." (Diriwayatkan Muslim).
    • Sabda Rasulullah saw. kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, "Hai anak muda, aku ajarkan beberapa kalimat kepadamu: Jagalah Allah (hukum-hukum-Nya) niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah niscaya Allah berpihak kepadamu. Jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah bahwa jika umat bersatu untuk memberi manfaat kepadamu, maka mereka tidak bisa memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu apa pun, kecuali sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Jika mereka bersatu untuk memberikan madharat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi madharat kepadamu dengan sesuatu apa pun, kecuali sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering." (Diriwayatkan At-Tarmidzi dan ia men-shahih-kannya).
    • "Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah Ta'ala ialah pena, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah.' Pena berkata, 'Tuhanku, apa yang harus saya tulis?' Allah berfirman, ‘Tulislah takaran (takdir) segala sesuatu hingga hari kiamat." (Diriwayatkan Ahmad dan At-Tarmidzi dari Ubadah. Hadits ini hasan).
    • "Musa dan Adam berdebat. Musa berkata, "Hai Adam, engkau ayah kita. Engkau telah merugikan kita dan mengeluarkan kita dari surga. Adam berkata. 'Engkau Musa, telah dipilih Allah untuk berbicara dengan-Nya dan Allah menulis Taurat untukmu dengan Tangan-Nya, apakah engkau mencelaku karena sesuatu yang telah ditentukan (ditakdirkan) Allah untukku empat puluh tahun sebelum Dia menciptakanku?' Adam pun mengalahkan Musa." (Diriwayatkan Muslim).
    • Sabda Rasulullah saw. ketika mendefinisikan iman, "Hendaknya engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir, baik buruknya." (Diriwayatkan Muslim).
    • "Berbuatlah kalian, karena semua orang dipermudah kepada apa yang diciptakan untuknya." (Diriwayatkan Muslim).
    • "Sesungguhnya nadzar itu tidak menolak qadha'." (Diriwayatkan Jama'ah. Hadits ini shahih).
    • Sabda Rasulullah saw. kepada Abdullah bin Qais, "Hai Abdullah bin Qais, maukah engkau aku ajari salah satu kalimat dari khazanah surga? Yaitu ucapan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah (laa hawla walaa quwwata illa billah)." (Muttafaq Alaih).
    • Rasulullah saw. bersabda kepada orang yang berkata, "Apa yang dikehendaki Allah dan engkau kehendaki" (maa syaa-allah wa syi'ta), "Katakan: 'Apa yang dikehendaki Allah saja' (maa syaa-allahu wahdah)." (Diriwayatkan An-Nasai yang men-shahih-kannya).
  3. Keimanan miliaran ulama-ulama, orang-orang bijak, dan orang-orang shalih dari umat Muhammad saw., dan umat selain umat Muhammad kepada qadha' Allah Ta'ala, takdir-Nya, Hikmah-Nya, Kehendak-Nya. Bahwa segala sesuatu itu telah diketahui sebelumnya, bahwa segala sesuatu sebelumnya telah ditakdirkan, bahwa tidak terjadi pada kekuasaan-Nya kecuali apa yang Dia inginkan, bahwa apa yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi, dan bahwa pena telah menulis takdir segala sesuatu hingga hari kiamat.
Dalil-Dalil Akal
  1. Sesungguhnya akal sedikit pun tidak memustahilkan adanya qadha' Allah, takdir-Nya, kehendak-Nya, hikmah-Nya, keinginan-Nya, dan pengaturan-Nya. Bahkan, akal mewajibkannya karena itu semua terlihat pada alam semesta ini.
  2. Beriman kepada Allah, dan kepada kemampuan-Nya menghendaki beriman kepada qadha', takdir, hikmah, dan kehendak-Nya.
  3. Jika seorang arsitektur membuat desain salah satu istana, dan menentukan masa realisasinya, kemudian ia membangunnya. Maka, pada saat yang telah direncanakan, istana tersebut dari desain berubah menjadi istana yang sesungguhnya persis seperti yang terlihat dalam desain tanpa mengalami sedikitpun pengurangan atau penambahan. Maka, bagaimana Allah Ta'ala tidak dipercayai tidak menentukan takdir dunia hingga hari kiamat? Kemudian, karena kesempurnaan kemampuan-Nya, dan ilmu-Nya, apa yang telah ditentukan Allah tersebut keluar persis seperti yang telah Dia tentukan takarannya, caranya, waktunya, dan tempatnya. Ini disertai dengan kenyataan, bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Sejarah Kebudayaan Islam di Nusantara


Islam Kalimantan

Para ulama awal yang berdakwah di Sumatera dan Jawa melahirkan kader-kader dakwah yang terus menerus mengalir. Islam masuk ke Kalimantan atau yang lebih dikenal dengan Borneo kala itu. Di pulau ini, ajaran Islam masuk dari dua pintu.

Jalur pertama yang membawa Islam masuk ke tanah Borneo adalah jalur Malaka yang dikenal sebagai Kerajaan Islam setelah Perlak dan Pasai. Jatuhnya Malaka ke tangan penjajah Portugis kian membuat dakwah semakin menyebar. Para mubaligh-mubaligh dan komunitas Islam kebanyakan mendiami pesisir Barat Kalimantan.

Jalur lain yang digunakan menyebarkan dakwah Islam adalah para mubaligh yang dikirim dari Tanah Jawa. Ekspedisi dakwah ke Kalimantan ini menemui puncaknya saat Kerajaan Demak berdiri. Demak mengirimkan banyak mubaligh ke negeri ini. Perjalanan dakwah pula yang akhirnya melahirkan Kerajaan Islam Banjar dengan ulama-ulamanya yang besar, salah satunya adalah Syekh Muhammad Arsyad al Banjari. (Baca: Empat Sekawan Ulama Besar)

Islam Sulawesi

Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Baik atas motivasi ekonomi maupun motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.

Raja Goa pertama yang memeluk Islam adalah Sultan Alaidin al Awwal dan Perdana Menteri atau Wazir besarnya, Karaeng Matopa pada tahun 1603. Sebelumnya, dakwah Islam telah sampai pula pada ayahanda Sultan Alaidin yang bernama Tonigallo dari Sultan Ternate yang lebih dulu memeluk Islam. Namun Tonigallo khawatir jika ia memeluk Islam, ia merasa kerajaannya akan di bawah pengaruh kerajaan Ternate.

Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

Pusat-pusat dakwah yang dibangun oleh Kerajaan Goa inilah yang melanjutkan perjalanan ke wilayah lain sampai ke Kerajaan Bugis, Wajo Sopeng, Sidenreng, Tanette, Luwu dan Paloppo.

Islam Maluku

Kepulauan Maluku yang terkenal kaya dengan hasil bumi yang melimpah membuat wilayah ini sejak zaman antik dikenal dan dikunjungi para pedagang seantero dunia. Karena status itu pula Islam lebih dulu mampir ke Maluku sebelum datang ke Makassar dan kepulauan-kepulauan lainnya.

Kerajaan Ternate adalah kerajaan terbesar di kepulauan ini. Islam masuk ke wilayah ini sejak tahun 1440. Sehingga, saat Portugis mengunjungi Ternate pada tahun 1512, raja ternate adalah seorang Muslim, yakni Bayang Ullah. Kerajaan lain yang juga menjadi representasi Islam di kepulauan ini adalah Kerajaan Tidore yang wilayah teritorialnya cukup luas meliputi sebagian wilayah Halmahera, pesisir Barat kepulauan Papua dan sebagian kepulauan Seram.

Ada juga Kerajaan Bacan. Raja Bacan pertama yang memeluk Islam adalah Raja Zainulabidin yang bersyahadat pada tahun 1521. Di tahun yang sama berdiri pula Kerajaan Jailolo yang juga dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Islam dalam pemerintahannya.

Islam Papua

Beberapa kerajaan di kepulauan Maluku yang wilayah teritorialnya sampai di pulau Papua menjadikan Islam masuk pula di pulau Cendrawasih ini. Banyak kepala-kepala suku di wilayah Waigeo, Misool dan beberapa daerah lain yang di bawah administrasi pemerintahan kerajaan Bacan. Pada periode ini pula, berkat dakwah yang dilakukan kerajaan Bacan, banyak kepala-kepala suku di Pulau Papua memeluk Islam. Namun, dibanding wilayah lain, perkembangan Islam di pulau hitam ini bisa dibilang tak terlalu besar.


Islam Nusa Tenggara

Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara bisa dibilang sejak awal abad ke-16. Hubungan Sumbawa yang baik dengan Kerajaan Makassar membuat Islam turut berlayar pula ke Nusa Tenggara. Sampai kini jejak Islam bisa dilacak dengan meneliti makam seorang mubaligh asal Makassar yang terletak di kota Bima. Begitu juga dengan makam Sultan Bima yang pertama kali memeluk Islam. Bisa disebut, seluruh penduduk Bima adalah para Muslim sejak mula.

Selain Sumbawa, Islam juga masuk ke Lombok. Orang-orang Bugis datang ke Lombok dari Sumbawa dan mengajarkan Islam di sana. Hingga kini, beberapa kata di suku-suku Lombok banyak kesamaannya dengan bahasa Bugis.

Dengan data dan perjalanan Islam di atas, sesungguhnya bisa ditarik kesimpula, bahwa Indonesia adalah negeri Islam. Bahkan, lebih jauh lagi, jika dikaitkan dengan peran Islam di berbagai kerajaan tersebut di atas, Indonesia telah memiliki cikal bakal atau embrio untuk membangun dan menjadi sebuah negara Islam.

Shalat Sunnah

PENGERTIAN SHALAT SUNNAH BESERTA PEMBAGIANNYA.

Shalat sunnah ( shalat nafilah ) adalah shalat tambahan diluar shalat fardhu, bila dikerjakan akan mendapat pahala tetapi bil;a ditinggalkan tidak berdosa.  Shalat sunnah terbagi dua yaitu:
  1. Shalat sunnah yang dilaksanakan secara berjamah. Shalat sunnah jenis ini status hukumnya adalah muakkad, contohnya: shalat idul fitri, idul adha, terawih, istisqa, kusuf dan khusuf.
  2. Shalat sunnah yang dikerjakan secara munfarid ( sendiri-sendiri ). Status hukumnya ada yang muakkad seperti: shalat sunnah rawatib dan tahajud. Ada pula yang status hukumnya sunnah biasa ( ghairu muakkad ) seperti: shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, shalat witir, dan lain-lain.
MACAM-MACAM SHALAT SUNNAH.

Shalat Dhuha, menurut pengertian bahasa, kata dhuha berarti matahari sedang naik. Jadi shalat dhuha dapat diartikan sebagai shalat sunnah yang dikerjakan pada saat matahari sedang naik. Waktu mengerjakannya ialah semenjak matahari naik kira-kira sepenggalah sampai dengan masuknya waktu DZuhur ( tergelincir matahari ). Shalat dzuha merupakan shalat sunnah yang danjurkan oleh rasulullah saw.

Shalat Gerhana Matahari dan Bulan, shalat gerhana matahari disebut shalat Kusuf sedangkan shalat gerhana bulan disebut shalat sunnah Khusuf. Hukum mengerjakan shalat gerhana adalah sunnah muakkad ( sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan ). Shalat gerhana sebaiknya dikerjakan secara berjamaah di mesjid atau musalla. Namun shalat gerhana juga boleh dikerjakan secara sendiri-sendiri.
Shalat Istikharah, perkataan istikharah berasal dari bahasa arab yang artinya mohon dipilihkan. Menurut istilah syarak, shalat istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan dengan maksud mohon petunjuk ( hidayah ) Allah dalam menentukan pilihan terbaik diantara dua atau lebih pilihan.
Shalat Hajat, menurut pengertian bahasa, hajat artinya kebutuhan. Menurut istilah syarak shalat hajat adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan dengan maksud mohon kepada Allah agar suatu kebutuhan hidup atau beberapa kebutuhan hidup terpenuhi. Shalat hajat dapat dilaksanakan kapan saja. Siang hari maupun malam hari tetapi waktu yang paling baik adalah malam hari yaitu setelah bangun tidur lewat tengan malam.
Shalat Istisqa, menurut pengertian bahasa shalat istisqa berarti shalat minta hujan. Sedangkan menurut istilah syarak shalat istisqa adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan dengan maksud memohon pertolongan kepada Allah agar segera diturunkan hujan.

Paikotropika

di dalam narkoba terdapat zat-zat candu (mengakibatkan ketagihan)
- Kamu tentu pernah mendengar istilah narkoba yang dikampanyekan untuk diperangi peredarannya. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obat berbahaya. Narkotika dan zat-zat yang berbahaya bersama-sama sering disebut sebagai NAPZA, yaitu singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Undang-undang yang mengatur tentang narkotika adalah UU RI No. 22 tahun 1997. Menurut undang-undang ini, narkoba jenis narkotika dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :
1. Golongan I, berpotensi sangat kuat dalam menimbulkan ketergantungan dan dilarang digunakan untuk pengobatan. Contoh : opium, heroin, dan ganja.
2. Golongan II, berpotensi kuat dalam menimbulkan ketergantungan dan digunakan secara terbatas untuk pengobatan. Contoh : petidin, candu, dan betametadol.
3. Golongan III, berpotensi ringan dalam menimbulkan ketergantungan dan banyak digunakan untuk pengobatan. Contoh : asetil dihidrorocodeina, dokstroproposifen, dan dihidrorocodeina.

Psikotropika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alami maupun sintesis, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan sistem saraf pusat, serta dapat menimbulkan ketergantungan atau ketagihan. Zat yang termasuk golongan psikotropika diantaranya adalah amfetamin, ekstasi, dan sabu-sabu. Sedangkan penggolongan psikotropika dan contoh masing-masing secara lengkap diterangkan dengan UU No. 5 tahun 1997.
Menurut Undang-Undang No. 5 tahun 1997, narkoba jenis psikotropika dibedakan menjadi 4 golongan, yaitu :
1. Golongan I, mempunyai potensi yang sangat kuat dalam menyebabkan ketergantungan dan dinyatakan sebagai obat terlarang. Contoh : ekstasi (MDMA = 3,4- methylenedioxy methamfetamine), LSD (lysergic acid diethylamid), dan DOM.
2. Golongan II, mempunyai potensi yang kuat dalam menyebabkan ketergantungan. Contoh : amfetamin, metamfetamin (sabu), dan fenetilin.
3. Golongan III, mempunyai potensi sedang dalam menyebabkan ketergantungan, dapat digunakan untuk pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh : amorbarbital, brupronorfina, dan modagon (sering disalahgunakan).
4. Golongan IV, mempunyai potensi ringan dalam menyebabkan ketergantungan, dapat digunakan untuk pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh : diazepam, nitrazepam, lexotan (sering disalahgunakan), pil koplo (sering disalahgunakan), obat penenang (sedativa), dan obat tidur (hipnotika).

a. Amfetamin
Amfetamin mempunyai dampak perangsang yang kuat pda jaringan saraf. Pengguna sering bertingkah laku kasar dan aneh serta menjadi tergantung pada obat ini secara mental. Dampak yang ditimbulkan dari pengguna amfetamin antara lain penurunan berat badan, gelisah, mudah marah dan bingung, sulit tidur, dan mudah tersinggung.
Amfetamin biasanya disalahgunakan untuk menimbulkan rasa kegembiraan, tenaga bertambah, perasaan sehat, berkuasa, dan percaya diri. Penggunaan yang lama dapat menyebabkan otak rusak atau mengerut, berakibat paranoid sampai menjadi gila, dan akhirnya kematian. Jenis obat terlarang ini berbentuk pil, kapsul, dan tepung. Tersedia dalam berbagai merek di antaranya dexamphetamine (dexedrine) dan pemoline (volital).

b. Ekstasi
Nama kimia ekstasi adalah 3,4-methylenedioxy methamfetamin disingkat MDMA. Ekstasi adalah salah satu zat psikotropika dan diproduksi secara tidak sah/illegal dalam bentuk tablet atau kapsul di dalam laboratorium. Jenis ekstasi yang populer beredar di masyarakat adalah alladin, apel, butterfly, dan electric. Nama gaul ekstasi di jalanan antara lain dikenal sebagai E, XTC, Doves, New Yorkers, Inex, I, kancing, dan Essence.
Setelah memakai ekstasi, pengaruh langsung pada pengguna adalah menyebabkan perasaan “ fly “ (terbang = gembira), mudah tersinggung, cemas, menjadi energik, mata sayu, susah tidur, dan berkeringat. Akibat jangka panjang dari pemakaian ekstasi adalah kerusaka saraf otak, dehidrasi (kekurangan cairan), halusinasi (penglihatan atau pendengaran semu), kurang gizi, ketergantungan dan gejala putus asa (murung dan letih), dan agresif (dapat melakukan tindakan keji dan akal sehat hilang).

c. Sabu-sabu
Nama asli sabu-sabu adalah methamfetamin. Sedangkan nama sabu-sabu adalah nama gaul dari narkoba jenis ini. Sabu-sabu berbentuk kristal seperti gula pasir atau seperti vetsin. Ada beberapa jenis sabu-sabu antara lain, Crystal, Coconur, dan Gold River. Sabu-sabu dikenal dengan sebutan ice, juga dikenal dengan sebutan kristal, dalam bentuk kristal dan tidak mempunyai warna maupun bau, karena itulah ia mempunyai nama lain ice. Obat ini juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap saraf. Si pemakai sabu-sabu, akan selalu bergantung pada obat ini dan berlangsung lama, bahkan bias mengalami sakit jantung atau bahkan kematian.
Sabu-sabu biasanya dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil, kemudian asap yang ditimbulkan dihirup dengan sebuah bong (sejenis pipa yang di dalamnya berisi air). Air bong tersebut berfungsi sebagai filter, karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan oleh aluminium foil.

Sifat Rasulullah

Sifat Rasulullah SAW

Meneladani Sifat-Sifat Rasulullah SAW
1. Rasulullah SAW bersifat Shiddiq (jujur)
Sejak kecil Rasulullah SAW mempunyai sifat jujur, beliau tidak pernah berbohong kepada siapapun termasuk kepada pamannya yang bernama Abu Thalib. Ketika beliau dipercaya menggembalakan kambing-kambing miliknya selalu kembali dalam keadaan utuh, sekalipun kambing-kambing itu dalam jumlah yang besar.
Menginjak usia dewasa beliau membawa barang dagangan milik seorang janda kaya yang bernama Khadijah. Beliau berdagang ke Makkah dan Syam dengan dikawal oleh orang kepercayaan Khadijah bernama Maesaroh. Selama perjalanan Maesaroh melihat kejujuran beliau selama berdagang. Berkat kejujuran beliau itulah maka Khadijah menyatakan hendak menikah dengan beliau.

2. Rasulullah SAW bersifat amanah (dapat dipercaya)
Sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad dikenal sebagai orang yang jujur, tidak senang berselisih, bermegah-megahan, hidup sederhana, sehingga dipercaya oleh orang-orang disekitarnya. Pada usia ke 35 beliau berhasil mendamaikan pemuka-pemuka Quraisy yang sedang berselisih saat memperbaiki Ka’bah, yaitu pada waktu peletakan kembali Hajar Aswad (batu hitam) pada tempatnya. Untuk menghindari perselisihan lebih lanjut, beliaulah yang dipercaya untuk memimpin peletakan Hajar Aswad tersebut. Peristiwa ini menimbulkan simpati yang besar dari orang-orang Quraisy, sehingga mereka memberikan gelar “Al-Amin”(orang yang dapat dipercaya) kepada beliau.

3. Rasulullah SAW bersifat Tabligh (menyampaikan)
Rasulullah SAW menerima wahyu Allah yang pertama pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke 41 dari kelahiran beliau. Sejak itulah beliau diangkat oleh Allah menjadi Rasul. Semua firman-firman Allah yang beliau terima dari malaikat Jibril berupa ayat-ayat Al-Qur’an disampaikan kepada umatnya. Dalam waktu 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari beliau menerima ayat-ayat Allah sejumlah 30 juz, 114 surat dan 6666 ayat.
Beliau menyampaikan ayat-ayat Allah dengan cara yang hikmah, yakni secara baik-baik, lemah lembut tetapi jelas dan tegas sehingga dapat membedakan yang hak dan yang bathil. Beliau tidak pernah mencampuradukkan antara yang halal dan yang haram. Dan beliau tidak pernah memaksakan orang lain untuk memasuki Islam sebagai agamanya. Dengan strategi yang tepat maka dalam waktu yang relatif singkat banyak sahabat yang masuk Islam secara suka rela.
Beliau menyampaikan semua ayat-ayat Allah SWT, dan tak satupun ayat yang tertinggal, walaupun banyak rintangan yang menghalanginya. Banyak orang-orang kafir yang tidak suka dengan kegiatan dakwah beliau, karena ajaran yang dibawanya bertentangan dengan ajaran nenek moyang mereka, disamping mereka merasa takut kehilangan kekuasaannya.

4. Rasulullah SAW bersifat Fathanah (Cerdas)
Rasulullah seorang yang cerdas, beliau tidak pernah lupa menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya. Sejak kecil beliau terbiasa untuk mencari kebenaran, mencari nafkah, maupun dalam menyelesaikan persoalan hidup pribadi dan umatnya.


Beliau selalu menggunakan akalnya untuk memikirkan siapa sebenarnya Tuhan yang pantas disembah oleh manusia, asal mula kejadian manusia dan alam sekitarnya. Beliau sangat cerdas dalam memilih kehidupan baik dan benar, sehingga beliau tidak pernah berbohong, kikir, bermain judi, perempuan, minum-minuman keras, memakan barang haram, berfoya-foya, mengundi nasib,menyembah berhala dan lain-lain. Beliau orang yang jujur, bersifat sosial ramah, sopan, pengasih, penyayang, sabar, dan bersih dari kebiasaan-kebiasaan jahiliyah dalam beribadah maupun berperilaku di masyarakat.
Selain mampu memimpin, beliau juga mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh umatnya dengan cepat dan tepat. Beliau sangat cerdas dalam menyelesaikan masalah agama, keluarga, sosial, maupun peperangan. Dalam masalah agama beliau menjelaskan dengan jelas dan masuk akal. Dalam masalah keluarga beliau sering menikahkan sahabatnya dengan perempuan yang baik-baik. Dalam masalah sosial beliau selalu mengajarkan kebersamaan, kekeluargaan dan musyawarah untuk mufakat. Serta dalam masalah peperangan, berkat kepandaian beliau dalam strategi perang, maka peperangan yang beliau pimpin selalu mengalami kemenangan.

Pengertian Takabur

A. Pengertian Takabur

Takabur menurut bahasa artinya sombong atau membanggakan diri. Sedangkan menurut istilah takabur adalah sikap berbangga diri dengan beranggapan bahwa hanya dirinyalah yang paling hebat dan benar dibandingkan dengan orang lain.
Takabur atau sombong merupakan sifat yang tercela dan berbahaya. Bagi orang yang takabur, Allah swt. akan memberi balasan berupa neraka jahanam, sebagaimana firman Allah swt. :

Artinya: “Maka masuklah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka
amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri.”
(QS An Nahl: 29)


Islam sangat melarang umatnya memiliki sifat takabur ( sombong ) karena kesombongan akan membuka jurang pemisah antara si kaya dan si miskin dalam lingkungan masyarakat. Disamping itu, kita harus sadar bahwa semua yang kita miliki hanyalah pemberian dan titipan Allah swt. Oleh karena itu , tidak ada alasan manusia untuk menyombongkan diri, bahkan sebaliknya kita harus mensyukuri setiap nikmat yang diberikan oleh Allah swt. sebagai nikmat dan karunia. Dalam QS An-Nisa ayat 36 dijelaskan :

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS An Nisa: 36)

B. Macam-Macam Takabur

Takabur dari segi objek atau sasaranya terbagi menjadi tiga macam, yaitu :
a. Takabur kepada Allah swt.
b. Takabur kepada Rasulullah saw.
c. Takabur kepada sesama manusia.

Menurut pandangan tersebut di atas, secara umum takabur dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :

1) Takabur Batini ( Takabur dalam sikap )
Takabur batini atau batin adalah sifat takabur yang tertanam dalam hati seseorang sehingga tidak tampak secara lahir/fisik, seperti seseorang yang mengingkari kebenaran yang datang dari Allah swt. padahal dia mengetahui kebenaran tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari orang yang termasuk golongan takabur batin memiliki sikap, antara lain enggan minta tolong kepada orang lain meskipun ia membutuhkan serta tidak mau berdoa untuk memohon pertolongan Allah swt. padahal semua persoalan yang kita hadapi tidak dapat diselesaikan sendiri tanpa pertolongan-Nya
Allah swt. berfirman :

Artinya : “Kuperkenankan (Kukabulkan) bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Al Mukmin: 60)


2) Takabur Zahiri ( Takabur dalam Perbuatan )
Takabur zahiri adalah sifat takabur yang dapat dilihat langsung dengan panca indra, seperti dalam bentuk ucapan dan gerakan anggota tubuh. Contohnya, riya, angkuh, dan memalingkan muka terhadap orang lain. Allah swt. tidak menyukai orang-orang yang memalingkan muka (sombong) sebagaimana terdapat dalam Surah Luqman Ayat 18 berikut.
Artinya : “ janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Luqman: 18)


C. Menghindari Perilaku Takabur

Sebagaimana umat islam yang beriman, kita harus berusaha menjauhi sifat takabur agar tidak tertanam dalam hati kita. Berikut ini beberapa cara menjauhi sifat takabur, antara lain :
1. Mendekatkan diri kepada Allah swt.
2. Menyadari akibat yang ditimbulkan dari sifat takabur
3. Mensyukuri nikmat dan karunia Allah swt.
Adapun dampak negative/akibat sifat takabur adalah sebagai berikut :
1. Tidak percaya adanya hari pembalasan.
2. Dibenci oleh Allah swt. serta dikucilkan masyarakat.
3. Ingkar kepada kebenaran.
4. Terhalang masuk ke surga.
Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits Rasulullah saw.
:Artinya : “Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat dzarah ( seberat biji sawi )” (HR. Muslim )

Senin, 16 Januari 2012

Pengertian Tata Surya

Pengertian Tata Surya
Tata Surya, adalah suatu sistem di jagat raya yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet (termasuk Planet Bumi), satelit-satelit alam (misalnya bulan), asteroid, komet, meteor, debu, kabut, dan benda-benda lainnya sebagai anggotanya yang beredar mengelilingi pusatnya, yakni matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapatlah diduga bahwa bintang-bintang yang lainnya kemungkinan besar mempunyai sistem seperti tata surya. Dengan kata lain, bukan tidak mungkin setiap bintang mempunyai sistem bintang seperti matahari, sebab matahari hanya merupakan satu dari milyaran bintang yang ada di jagat raya.

Jika kamu mengatakan alam semesta, maka terkandung pengertian tentang sesuatu yang luas atau tak terhingga. Itulah jagat raya, merupakan ruang tak terbatas tempat di mana ribuan galaksi berada dengan jarak yang sangat besar dan masing-masing berukuran besar pula. Galaksi kita yaitu tempat matahari kita sebagai anggotanya dinamakan Bima Sakti (Milky Way) memiliki diameter 80.000 tahun cahaya. Galaksi yang terdekat dengan Bima Sakti ialah Awan Magellan (Magellanic Clouds) memiliki jarak 160.000 tahun cahaya. Matahari merupakan pusat dari sistem tata surya yang di dalamnya terdapat planet-planet sebagai anggotannya, termasuk bumi kita. Matahari hanya merupakan sebuah bintang dari sekitar 200 milyar bintang yang ada di Galaksi Bima Sakti.


Berikut ini melukiskan urutan gambaran ukuran di jagat raya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4_bvHyGyeqoZjyYM5Yq3Xvwbs_CiCIw8cqqKzQnOBGsuhS-AKnXTLrDEYRFm9474hl0ITKAMnziTPRKzeuYhoyC2DB8_j_MKQZdfQKn4AWO1cssddWELbW6eQJmVxO-kfmr6yE1tW54E/s320/3.1.jpg

A. Jarak khatulistiwa bumi = 6.370 km.
B. Jarak Bumi dengan Matahari = 149.600.000 km = 1 Satuan Astronomis
C. Jarak Matahari dengan Alpha Centauri = 4,5 tahun cahaya.
D. Panjang Galaksi Bima Sakti = 80.000 tahun cahaya
E. Jarak Galaksi Bima Sakti dengan Kabut Magellan = 160.000 tahun cahaya.
F. Panjang Galaksi Andromeda = 180.000 tahun cahaya.